Kharisma Pearl

Kharisma Pearl
Buku Bergizi

Senin, 11 Mei 2015

Mengapa Seri Dunia Binatang?



Mengapa Seri Dunia Binatang?
Oleh : Sari Meutia / CEO Penerbit Pelangi MIZAN

Siapa yang tidak kenal dengan Mickey Mouse, Pluto, Goofy, Winnie the Pooh, Donald Bebek, atau Olaf?  Nyaris semua anak-anak mengenal nama-nama ini yang dipopulerkan oleh film-film Disney. Semua karakter yang disebut ini, walaupun memiliki nama “manusia”, berasal dari dunia binatang. Kalau kita membuka laman Disney, sepanjang sejarahnya, kita akan menemukan banyak karakter Disney yang diambil dari dunia binatang.



Dari riset-riset yang dilakukan para pakar, alasan yang mendasari kecintaan anak-anak pada karakter binatang, sangatlah sederhana. Ketika bayi mulai mampu melakukan eksplorasi terhadap lingkungan, secara spontan mereka akan tertarik pada benda-benda yang dapat bergerak, berwarna cerah serta menarik perhatian.  Bayi tertarik dengan benda-benda yang mengeluarkan bunyi-bunyian yang tindakan dan kelakuannya tidak terduga, Tentu saja, di luar wajah dan suara-suara manusia yang berada di sekitarnya.

Bahkan, menurut Linda Acredolo, Ph.D, penemu Baby Signs Program, lebih dari sepertiga kata-kata pertama yang diucapkan bayi adalah nama-nama binatang.  Acredolo menjelaskan tentang ini di dalam blognya "Why Kids Love Animals."
"As young babies begin looking around their world, they are automatically attracted to things that move, are brightly colored, and are easy to see," Acredolo writes. "They are fascinated by things that make interesting noises, are capable of interacting with them and are unpredictable in what they do and how they behave."
It makes sense, therefore, that aside from other people, animals are the next most interesting "thing" for young children. "Babies find animals about as far from boring as things can be without being human," Acredolo quips.
For very young children, sign language is a fun way to learn new words for animals.
(Ketika seorang bayi mulai melihat ke sekeliling nya, mereka secara otomatis tertarik pada sesuatu yang bergerak, berwarna cerah, dan mudah untuk ditemukan / diamati. Mereka tertarik pada sesuatu yang bisa mengeluarkan suara yang menarik, mampu berinteraksi dengan mereka, dan tidak bisa ditebak tindakan dan perilaku nya.
Sangat masuk akal, jika selain orang-orang disekelilingnya, binatang adalah hal menarik berikutnya untuk anak-anak (terutama) usia Balita. Balita menemukan bahwa binatang adalah sesuatu yang tidak membosankan, meskipun itu bukan manusia.
Acredolo menambahkan, bahwa bagi Balita, bahasa isyarat adalah cara yang menyenangkan untuk memelajari kosa-kata baru bagi binatang.)

Inilah dasar mengapa Pelangi Mizan kemudian mengeluarkan Seri Dunia Binatang (SDB) yang sangat komprehensif. Sepanjang sejarah, anak-anak selalu menyukai dunia binatang.

Pada tahun 2013, kami mengeluarkan sebuah serial yang dinamakan Confidence in Science: Aku Jadi Tahu Ini Itu (Pelangi, 2013). Judul terlaris dari serial ini dan paling disukai anak-anak adalah seri dengan judul Kapan Bumi Lahir dengan kover Dinosaurus.  Jadi, bahkan dalam seri sains pun, anak-anak cenderung menyukai binatang.

Seri Dunia Binatang terdiri dari sekumpulan buku pengetahuan, buku dongeng, kamus, peta habitat, kartu, topeng, pion yang secara komprehensif menghadirkan dunia binatang secara atraktif dan interaktif kepada anak-anak.

Menghadirkan 8 buku (buku busa) yang berisi pengetahuan binatang yang sehari-hari dapat disaksikan anak-anak di sekitar mereka, buku pengetahuan ini juga dilengkapi dengan topeng binatang yang dapat dijadikan permainan menyenangkan bersama orangtuanya. Ada 8 topeng binatang seperti kucing, kerbau, kelinci, bebek, ayam, sapi, kambing, dan kuda yang menyertai bukunya. Tidak itu saja, selain 8 buku berisi pengetahuan tentang binatang dan kisahnya, untuk memberikan ruang imajinasi bagi anak-anak, dihadirkan pula 1 buku dongeng Dunia Binatang Nusantara.

Binatang purba senantiasa menarik perhatian anak-anak dari masa lalu dan masa kini. Film Hollywood seperti Jurassic Park menghidupkan kembali imajinasi tentang binatang-binatang purba yang disukai tua dan muda. Karena itu, dalam SDB ini kami juga menghadirkan pengetahuan tentang binatang purba yang pernah hidup di air, di darat dan yang dapat terbang. Buku-buku ini dikemas dalam bentuk pop-up sehingga anak-anak tidak cuma membayangkan bentuk binatang tersebut tapi juga merasai sisiknya, tanduknya, atau sayapnya yang muncul di permukaan buku.

Tidak lengkap rasanya SDB tanpa kamus. Kamus SDB ini memuat peta habitat binatang yang dilengkapi kartu-kartu berisi informasi tentang habitat binatang di antartika. padang rumput, gurun  dan sebagainya.  Kartu-kartu ini bukan saja membuat anak-anak bermain tapi juga belajar dengan visualisasi nyata tentang habitat binatang-binatang yang termuat dalam kamus tersebut.

Terakhir, sebagai nilai tambah SDB ini, kami membuat dokumentasi binatang-binatang yang menjadi ciri khas dari masing-masing provinsi di Indonesia. Jadilah sebuah buku yang berisi informasi tentang 34 Dunia Binatang Nusantara. Anak-anak diperkenalkan dengan binatang-binatang yang menjadi ciri khas dari masing-masing provinsi di Indonesia: dari Aceh hingga Irian Jaya.

Seluruh rangkaian SDB ini ditutup dengan permainan puzzle yang sangat atraktif serta sebuah papan permainan penuh kejutan bagi anak-anak. Sebuah papan permainan--yang merupakan modifikasi permainan ular tangga—dalam bentuk pop up yang membuat anak-anak bermain sekaligus terpapar dengan informasi mengenai dunia binatang bawah air. Seperti biasa, produk Pelangi selalu kami lengkapi panduan bagi orangtua.
Sebegitu lengkapnya produk Seri Dunia Binatang ini, sehingga nyaris mustahil bagi kami untuk membatasi usia pembacanya. Mereka yang dikategorikan anak-anak, kami bayangkan—dari bayi hingga menjelang remaja— akan sangat menyukai sajian pengetahuan dan permainan yang hadir dalam Seri Dunia Binatang ini.

Itulah harapan kami, yaitu menyajikan produk Life Long Learning bagi seluruh keluarga. Mudah-mudahan kehadiran Seri Dunia Binatang ini memberikan salah satu warna baru kepada pembaca Indonesia dalam mengenalkan binatang kepada anak-anak dengan cara interaktif dan menyenangkan sebagaimana produk-produk yang dihasilkan Pelangi Mizan selama ini. [] Sari Meutia/ CEO Pelangi MIZAN, 24 Januari 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar